Kamis, 11 Oktober 2012

Mengenal Asam Formiat Lebih Dekat


ARTIKEL “ Kimia Organik”
Oleh   :Ivo Hernawita


Pengertian Asam Formiat
Kata formiat berasal dari nama sejenis semut merah “formica rufa” yang dapat mengeluarkan asam dan terbentuk sebagai asam bebas. Asam ini banyak dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan, pada bulu-bulu jelatang dan hasil dari fermentasi bakteri pada karbohidrat. Beberapa ilmuwan melakukan penelitian yang berhubungan dengan Asam formiat dari semut tersebut.
Et-Muller pada tahun 1684 telah mendistilasi sejumlah semut gunung yang menghasilkan
suatu “acid spirit” yang dapat merusak besi. Fisher mendistilasi sejumlah semut dengan air dan ditemukan pada larutan distilatnya suatu asam menyerupai “spirit of vinegar”. Pada umumnya Asam formiat yang dijual dipasaran mempunyai kadar 85% dan 90% sedangkan dalam bentuk anhidrat tersedia dalam jumlah bebas. Asam formiat banyak digunakan untuk koagulan karet, conditioner pada pencelupan tekstil, industri kulit serta sintesa bahan-bahan farmasi dan bahan kimia lain.
Sifat Fisika dan Kimia Asam Formiat
Sifat Fisika Asam
Formiat Asam semut atau asam formiat atau asam metanoat, yang memiliki rumus molekul HCOOH, merupakan turunan pertama Asam karboksilat yang paling kuat dengan gugus molekul yang paling pendek dibandingkan dengan asam karboksilat yang lain. Adapun sifat fisik asam formiat adalah:
a.       Termasuk dalam katagori asam organik lemah,
b.      Bersifat sangat korosif,
c.       Tidak berwarna,
d.      Mempunyai bau yang menyengat,
e.       Dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan dapat melepuhkan kulit.
f.       Asam formiat dapat melarut sempurna dengan air, aseton,eter, etil asetat, metanol, etanol, dan gliserin.
g.      Asam ini dapat membentuk azeotrop dengan air pada kandungan asam formiat 67% berat (0,1 bar), 78% berat (1 bar), dan 84% berat (3 bar).
h.      Campuran asam formiat dan air memiliki titik eutektik yang membeku pada suhu 48,5oC dibawah nol dengan komposisi 70% berat asam formiat.
Sifat Kimia Asam Formiat
Sedangkan beberapa sifat kimianya sebagai berikut:
a.       Asam formiat dapat bercampur sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzene, karbon tetra klorida, toluene dan tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana.
b.      Asam formiat dapat melarutkan nilon, poliamida tetapi tidak melarutkan Poli Vinil Chlorida (PVC).
c.       Campuran Asam formiat dan air membentuk campuran azeotrop (yaitu campuran larutan yang mempunyai titik didih mendekati titik beku) dengan kandungan maksimum Asam formiat 77,5 % pada tekanan atmosfer.
d.      Asam formiat akan terdekomposisi menjadi Karbon dioksida dan air pada temperatur 100 oC atau dalam temperatur kamar bila ditambahkan katalis Palladium.
e.       Asam formiat terhidrasi oleh Asam sulfat pekat dan menghasilkan Karbon monoksida dan air.
Kegunaan Asam Formiat
Asam formiat memiliki banyak kegunaan dan digunakan pada berbagai macam industri dan reaksi- reaksi. Salah satu industri yang sering menggunakan asam formiat adalah industri karet.
Dalam industri karet, asam formiat digunakan sebagai bahan koagulan untuk meng-koagulasi karet dari lateks. Kualitas karet yang dihasilkan dengan asam formiat lebih baik dibandingkan dengan jenis koagulan lainnya. Industri lain yang menggunakan asam formiat adalah industri tekstil dan kulit.
Pada industri tekstil, asam formiat digunakan untuk mengatur pH pada proses pemutihan, pencelupan atau pewarnaan. Asam formiat merupakan asam yang lebih kuat dari asam asetat sehingga menghasilkan produk yang lebih baik.
Pada industri kulit, asam formiat digunakan dalam proses penyamakan kulit yaitu sebagai bahan pembersih zat kapur dan pengatur pH saat pencelupan. Asam formiat digunakan untuk menetralkan kapur (deliming) agar kulit menjadi lebih besar dan padat. Asam formiat merupakan bahan yang mudah menguap sehingga tidak akan tertinggal pada serat kulit. Asam formiat juga sering digunakan pada peternakan.
Pada peternakan, asam formiat digunakan untuk mengawetkan dan membunuh bakteri yang terdapat pada makanan ternak. Apabila disemprotkan pada jerami, asam formiat dapat menahan proses pembusukan dan membuat makanan ternak dapat mempertahankan nutrisinya lebih lama. Kegunaan-kegunaan lain dari asam formiat adalah sebagai berikut:
a. Reagen pada reaksi kimia organik, sebagai sumber gugus formil dan ion hidrogen.
b. Cleaning atau disinfection, sebagai bahan produk pembersih komersial dan disinfektan tong kayu untuk membuat anggur atau bir.
c. Membersihkan logam asam (industri electroplating)
d. Desulfurisasi flue gas, digunakan dalam proses desulfurisasi SHU (Saarberg-Hoelter-Umwelttlechnik)
e. Sebagai bahan baku dalam industri farmasi
f. Sebagai bahan aditif pada pengeboran minyak Asam format (nama sistematis: asam metanoat) adalah asam karboksilat yang paling sederhana.
Kesimpulan
           Asam format secara alami terdapat pada antara lain sengat lebah dan semut. Asam format juga merupakan senyawa intermediat (senyawa antara) yang penting dalam banyak sintesis kimia. Rumus kimia asam format dapat dituliskan sebagai HCOOH atau CH2O2.
Di alam, asam format ditemukan pada sengatan dan gigitan banyak serangga dari ordo Hymenoptera, misalnya lebah dan semut. Asam format juga merupakan hasil pembakaran yang signifikan dari bahan bakar alternatif, yaitu pembakaran metanol (dan etanol yang tercampur air), jika dicampurkan dengan bensin. Nama asam format berasal dari kata Latin formica yang berarti semut. Pada awalnya, senyawa ini diisolasi melalui distilasi semut. Senyawa kimia turunan asam format, misalnya kelompok garam dan ester, dinamakan format ataumetanoatIon format memiliki rumus kimia HCOO.
Asam formiat atau asam metanoat yang juga dikenal sebagai asam semut adalah senyawa organik yang mengandung gugus karboksil (-CO2H) dan merupakan bagian dari senyawa asam karboksilat. Asam formiat ini pertama kali diperoleh oleh ahli kimia pada abad pertengahan melalui proses penyulingan semut merah dengan rumus molekul HCOOH.
Sifat dari asam formiat ini adalah mudah terbakar, tidak berwarna, berbau tajam atau menusuk dan mempunyai sifat korosif yang cukup tinggi. Asam formiat ini mudah larut dalam air dan beberapa pelarut organik, tetapi sedikit larut dalam benzene, karbon tetraklorida dan toluene, serta tidak larut dalam dalam karbon alifatik.
Asam formiat mempunyai bobot molekul 46,03 g/mol dan merupakan asam paling kuat dari deretan gugus asam karboksilat serta berfungsi sebagai reduktor. Asam formiat dalam keadaan murninya mempunyai titik leleh 8oC, titik didih 101oC, dan rapatan sebesar 1,2 g/ml pada suhu 20oC, secara ideal struktur karbonil senyawa asam formiat mencerminkan ikatan hydrogen yang kuat antara molekul-molekul asam karboksilat (kira-kira 10 kkal/mol untuk 2 ikatan hydrogen), maka asam karboksilat ini sering dijumpai dalam bentuk dimer asam karboksilat atau bahkan dalam fasa uap (Fesenden & Fesenden, 1995).
Pemakaian asam formiat didalam negeri terutama untuk :
1. Koagulasi Karet Alam
Sebagai koagulan aid yang akan menghasilkan kualitas karet yang lebih baik.
2. Conditioner Pada Proses Pencelupan Tekstil
Digunakan sebagai bahan kimia pembantu dalam proses pencelupan atau pewarnaan anti kusut dan anti ciut.
3. Conditioner Pada Proses Penyamakan Kulit
Digunakan dalam proses pembersihan, penghilangan zat kapur dan pewarnaan kulit.
4.Silase Untuk pencampuran pada makanan ternak
Sebagai penemuan baru Asam Formiat digunakan pula didaerah-daerah pengeboran minyak dalam tanah yang diduga mengandung minyak, yang seringkali ditemui terjadinya kebuntuan pada aliran saluran minyak karena adanya partikel-partikel yang ikut terbawa dalam minyak, dengan pemberian Asam Formiat dilokasi penyebab kebuntuan maka agrerat-agrerat tersebut akan terhancurkan sehingga aliaran saluran keluarnya minyak yang dibor akan hancur kembali.


Sumber
id.wikipedia.org/wiki/Asam_format
serba-serbi.tokobagus.com/.../produk-kimia-asam-formiat-90-dan-94...
ml.scribd.com/doc/88517555/Asam-Format

Gagasan yang menarik diperbincangkan
Menurut anda adakah bisa semut kita jadikan sebagai bahan pengawet masa depan?, dan bagaimana caranya ?, Kenapa selama ini orang tidak memikirkan bagaimana cara untuk menjadikan semut sebagai pengawet ? dimana kendalanya ?.. ayo komentar.. J.


17 komentar:

  1. Menurut pendapat saya, mungkin saja semut dijadikan pengawet di masa depan nanti, namun yang perlu dipikirkan ulang adalah bagaimana cara menjadikan semut tersebut sebagai pengawet tanpa membinasakannya, karena jika hal itu terjadi..kemungkinan populasi semut merah “formica rufa”akan berkurang.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum Wr.Wb, Menurut saya dengan adanya asam formiat atau asam metanoat, kemungkinan besar semut bisa dijadikan sebagai bahan pengawet. Untuk bisa menggunakan asam formiat pada semut tersebut menjadikan bahan pengawet mungkin kita perlu mengekstraksi zat tersebut dari si semut, namun yang saya ketahui, jika zat itu keluar dari tubuh semut ataupun lebah, makan semut atau lebah itu akan lemaas dan kelama-lamaan akan mati, mungkin itu yang menyebabkan orang tidak menggunakannya sebagai bahan pengawet, selain membunuh serangga tersebut,mungkin asam format yang dihasilkan tidak sebnading dengan abanyaknya serangga yang menjadi korban. Selain itu kemungkinan juga masih terkendala perihal bagaimana cara mengekstrasi zat tersebut, dari eksperimen dan pemikiran yang belum sampai jauh kesana juga bisa menjadi salah satu kendalanya. mungkin itu saja gencatan cakrawala dari saya, semoga dapat membantu, wasalam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gencatan yang bagus saudara yogi, iya s sih.. tapi yang saya pikirkan, kita tidak membunuh semut atau serangganya..Kira-kira apa ya ? Menurut saya tentu saja ini bagus untuk masa depan, tanpa formalin yang merusak dan membunuh semut kita tetap dapat mengawetkan makanan, terimaksh komentar anda, :)

      Hapus
  3. Assalamu'alaikum.
    Bukan maksud saya mengatakan kalau ini tidak mungkin, sains itu adalah hal nyata..
    Akan tetapi untuk saat ini, masih terdapat banyak keandala dari asam formiat itu sendiri yang dapat melukai tubuh..
    pembuatan dinding lubang semut itu sendiri agar mengeras menggunakan asam formiat..
    dengan kata lain asam formiat ini sama halnya dengan semen yang menguatakan tembok namun tidak untuk menjaga kesegaran makanan seperti kulkas..
    Mungkin akan butuh penelitian lebih lanjut agar dapat mensistesa asam formiat itu sendiri menjadi sesuatu yang memliki kegunaan mengawetkan..
    Lalu yang ingin saya cari tahu adalah apa itu asam bebas? kenapa asam formiat dikatakan asam bebas? apakah asam lain2 juga merupakan asam bebas? Jika iya atau bukan tolong berikan jawabannya..
    Yang menjawab boleh pembaca atau penulis..
    Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. ini hanya kesimpulan dari membaca, tidak dari kebenaran yang sudah teruji, "Pada umumnya, Asam formiat yang dijual dipasaran mempunyai kadar 85% dan 90% sedangkan dalam bentuk anhidrat tersedia dalam jumlah bebas ", mungkin kalimat ini bisa kita analisa.maaf artikelnya kurang lengkap, ini hanya gagasan, klau nanti trpecahkan saya mau membuat Karya Ilmiah sebenarnya. Terimakasih komentar nya :)

      Hapus
  4. Menurut saya: beberapa alasan kenapa semut tidak dijadikan bahan pengawet karena:
    . Semut itu janis serangga dan dia bisa berkelana kemana2 sehingga ada kemungkinan semut dapat mengandung bibit (menyebabkan) penyakit
    . Tidak semua jenis semut yang memiliki asam formiat
    . Semut termasuk tipe hewan pekerja keras, banyak semut yang bisa apa saja dan hidup berkoloni dan terpimpin sehingga semut memiliki managerial yang baik. Kita tidak bisa seenaknya memperkerjakan semut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi bagaimana kalau mereka yang berkoloni dan menghasilka asam formiat itu kita manfaatkan, ya tentu saj setelah kita beri perlakuan agar tidak malah merugikan antinya..

      Hapus
  5. Berdasarkan sumber yang saya baca Salah satu teknik terpenting semut untuk membela diri adalah produksi racun atau asam format dalam kantung racun di tubuh mereka. Penggunaan racun ini ampuh untuk melawan musuh. Racun mereka bahkan dapat menyakiti manusia. semut dapat menggunakan racun ini tanpa membahayakan dirinya.

    jadi asam formiat dari semut dapat tetap digunakan tanpa membahayakan semut. setelah saya mencari tahu mengenai asam formiat pada semut ternyata asam ini sudah pernah diteliti oleh ilmuan. berikut riwayat penelitian serta cara menjadikan asam formiat sebagai pengawet.

    Pengertian Asam Formiat Kata formiat berasal dari nama sejenis semut merah “formica rufa” yang dapat mengeluarkan asam dan terbentuk sebagai asam bebas. Asam ini banyak dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan, pada bulu-bulu jelatang dan hasil dari fermentasi bakteri pada karbohidrat. Beberapa ilmuwan melakukan penelitian yang berhubungan dengan Asam formiat dari semut tersebut. Brunfles pada permulaan abad ke-16 menyelidiki uap dari semut gunung penyebab warna merah dari tumbuh-tumbuhan. Et-Muller pada tahun 1684 telah mendistilasi sejumlah semut gunung yang menghasilkan suatu “acid spirit” yang dapat merusak besi. Fisher mendistilasi sejumlah semut dengan air dan ditemukan pada larutan distilatnya suatu asam menyerupai “spirit of vinegar”. Pada umumnya, Asam formiat yang dijual dipasaran mempunyai kadar 85% dan 90% sedangkan dalam bentuk anhidrat tersedia dalam jumlah bebas. Asam formiat banyak digunakan untuk koagulan karet, conditioner pada pencelupan tekstil, industri kulit serta sintesa bahan-bahan farmasi dan bahan kimia lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,, peluangnya artikel ini akan jadi karya ilmiah mulai tampak, menarik sekali semut itu, terimakasih komentarnya :)

      Hapus
  6. sepertinya bisa, namun harus ada growing up yg seris, karena gram dalam satu ekor semut yang telah di sintesis dan melalui proes kimia yang panjang, hanya tinggal tida kurang dari 10 %., kebayang gak tinggal berapa ? mungkin butuh 1 karung semut untuk produksi 1 kilo zat pengawet., apakah lebih baik mencari alternatif lain yg lebih praktis

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu karna memang semutnya yang kecil atau karna memang segitu tinggalnya dari sekian banyak saudar adam ?, sebenarnya saya hanya memikirkan ide ini adalah hal baru dimasa depan

      Hapus
  7. menurut saya kenapa semut tidak dijadikan bahan pengawet makanan karena memang semut adalah jenis serangga, jika dijadikan bahan pengawet maka tentunya harus ada pengolahan yang sangat steril sehingga tidak menyakiti semut itu sendiri dan tidak ikut tercampur dalam bahan makanan yang di awetkan,

    terlebih sifat asam format yang mempunyai waktu paruh di dalam tubuh cukup panjang, yaitu sampai 20-24 jam. Asam format inilah yang akan menyebabkan berbagai efek toksik pada tubuh. serta asam format dapat menaikkan keasaman darah.

    selain itu asam format yang berupa cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/ menyengat, menyebabkan iritasi hidung, tenggorokan dan membakar kulit karena asam ini mempunyai rumus kimia HCOOH dan merupakan asam terkuat dari segi homolog gugus karboksilat yang mengalami beberapa reaksi kimia ( dekomposisi, reaksi adisi, siklisasi, asilasi )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asam formiat asam erkuat, berarti ini dia jawaban untuk saudara adam, kita encerkan seperlunya agar tetap banyak, terimakasih komentarnya :)

      Hapus
  8. Numpang tanya gan.... kalau terkena asam formiat biar tidak mengalami luka bakar penawarnya apa yaa... trimakasih.

    BalasHapus