Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia
dimana molekulnya
mengandung atom karbon,
kecuali karbida,
karbonat, dan oksida
karbon. Studi mengenai senyawaan organik ini disebut kimia organik.
Ada beberapa senyawaan organik, seperti protein,
lemak,
dan karbohidrat,
dan mereka merupakan komponen penting dalam biokimia.
Pembeda
antara kimia organik dan anorganik adalah ada atau tidaknya ikatan
karbon-hidrogen.
Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format,
asam lemak
pertama adalah senyawa organik.
Pada artikel
kali ini penulis lebih tertarik untuk membahas tentang protein
Secara kualitatif
Protein dapat dianalisis melalui reaksi Xantoprotein, reaksi Hopkins-Cole,
reaksi Millon, reaksi Nitroprusida, dan reaksi Sakaguchi. Secara kuantitatif
terdiri dari ; metode Kjeldahl, metode titrasi formol, metode Lowry, metode
spektrofotometri visible (Biuret), dan metode spektrofotometri UV.
1. Reaksi
Xantoprotein
Larutan asam
nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah
dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila
dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat
pada molekul protein. Reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin,
fenilalanin dan triptofan.
2. Reaksi
Hopkins-Cole
Larutan
protein yang mengandung triptofan dapat direaksikan dengan pereaksi
Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Pereaksi ini dibuat dari asam
oksalat dengan serbuk magnesium dalam air. Setelah dicampur dengan pereaksi
Hopkins-Cole, asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan
di bawah larutan protein. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada
batas antara kedua lapisan tersebut.
3. Reaksi
Millon
Pereaksi
Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila
pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih
yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini
positif untuk fenol-fenol, karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus
hidroksifenil yang berwarna.
4. Reaksi
Natriumnitroprusida
Natriumnitroprusida
dalam larutan amoniak akan menghasilkan warna merah dengan protein yang
mempunyai gugus –SH bebas. Jadi protein yang mengandung sistein dapat
memberikan hasil positif.
5. Reaksi
Sakaguchi
Pereaksi yang
digunakan ialah naftol dan natriumhipobromit. Pada dasarnya reaksi ini
memberikan hasil positif apabila ada gugus guanidin. Jadi arginin atau protein
yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah.
Sumber:
http://abynoel.wordpress.com/2009/02/11/reaksi-reaksi-untuk-analisa-protein/
Reaksi Oksidasi pada Senyawa Hidrokarbon
Reaksi Oksidasi pada Senyawa Hidrokarbon
Suatu senyawa alkana yang bereaksi dengan oksigen
menghasilkan karbon dioksida dan air disebut dengan reaksi pembakaran.
Perhatikan persamaan reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon berikut.
CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)
Reaksi pembakaran tersebut, pada dasarnya
merupakan reaksi oksidasi. Pada senyawa metana (CH4) dan karbon
dioksida (CO2) mengandung satu atom karbon. Kedua senyawa tersebut harus
memiliki bilangan oksidasi nol maka bilangan oksidasi atom karbon pada senyawa
metana adalah –4, sedangkan bilangan oksidasi atom karbon pada senyawa karbon
dioksida adalah +4.
Bilangan oksidasi atom C pada senyawa karbon
dioksida meningkat (mengalami oksidasi), sedangkan bilangan oksidasi atom C
pada senyawa metana menurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar